“World Class University”, Haruskah Menjadi Tujuan Utama Perguruan Tinggi di Indonesia?

Satu hal yang tidak bisa dihindarkan dari dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun di dunia, adalah masalah peringkat lembaga pendidikan tersebut. Peringkat suatu instansi pendidikan baik di ranah regional, nasional, dan internasioanl ini seringkali menjadi bahan tolak ukur bagi para orang tua siswa untuk memilih tempat pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Namun, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, apakah seharusnya semua instansi pendidikan hanya mengejar peringkat saja dan bukan mempedulikan pendidikan di Indonesia ini? Realitas menunjukkan bahwa seiring menjamurnya pendidikan bertaraf internasional di kota-kota besar, namun pendidikan dengan biaya yang terjangkau untuk masyarakat masih sangat sulit untuk didapatkan. Pendidikan terasa semakin mahal dan oleh karena itu proses pencerdasan anak-anak bangsa juga terhambat.

Tri dharma perguruan tinggi

Ketika sekolah-sekolah dasar hingga menenah mulai berlomba untuk menjadikan lembaga mereka bertaraf internasional, perguruan-perguruan tinggi pun turut terkena dampaknya. Perguruan-perguruan tinggi sekarang dituntut juga untuk memiliki “nama” di dunia internasioanal. Namun, apakah tuntututan semacam ini sejalan dengan visi perguruan tinggi yang ada di Indonesia, yakni yang hanya berusaha menjadikan dirinya perguruan tinggi bertaraf internasional?

Tidak bisa dipungkiri bahwa universitas-universitas ternama seperti UI, ITB, dan UGM memiliki peringkat yang cukup baik di dunia, yakni , secara berurutan, peringkat 201, 351, dan 250 versi Times Higher Education-QS tahun 2009. Hasil yang dperoleh ini di satu sisi memang patut disyukuri karena memang menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia mulai diakui pada ranah internasional. Namun, di sisi lain, hal ini bukan untuk dijadikan ajang perlombaan untuk terus meningkatkan peringkat mereka pada ranah internasional. Sebagai perguruan tinggi yang cukup baik di Indonesia, masih ada satu hal fundamental yang harus mereka lakukan, yakni keturutsertaan mereka dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Memang, target untuk menjadi sebuah perguruan tinggi berkelas dunia (world class university) bukanlah sebuah kesalahan. Namun, yang perlu digarisbawahi disini adalah bahwa menjadi hal seperti itu seyogianya adalah tujuan pelengkap yang berjalan seiring dengan tujuan utama mereka. Kaki-kaki perguruan tinggi di Indonesia harus tetap berpijak pada ibu pertiwi, bukan semata-mata untuk menaikkan peringkat sehingga melupakan proses pencerdasan kehidupan bangsa.

Yang menjadi dasar terhadap di atas adalah karena adanya tri dharma dalam perguruan tinggi di Indonesia, yakni: pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam pendidikan, perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk memberikan suatu proses yang mendidik bagi anak-anak Indonesia agar mampu memiliki kompetensi yang maksimal dalam bidang-bidang tertentu. Selain itu, mendidik dalam hal ini juga berarti turut serta dalam proses pembentukkan karakter melalui lembaga pendidikan tersebut.

Perihal penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi pun diwajibkan untuk melakukan riset dan penelitian secara terus-menerus untuk menemukan suatu hal yang baru dan bermanfaat. Jika penelitian itu adalah suatu hal yang baru, maka harus segera dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional untuk memaparkan penelitian yang telah dilakukannya. Selanjutnya, hal tersebut dikembangkan sehingga menambah nilai gunanya dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Dalam hal inilah pengabdian kepada masyarakat dilakukan, yakni ketika perguruan tinggi berhasil menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya atau ketika perguruan tinggi berhasil mencetak generasi penerus yang kompeten.

Sebenarnya, ketika perguruan-perguruan tinggi di Indonesia melakukan hal tersebut, maka otomatis mereka juga akan diperhitungkan kapabilitasnya dalam ranah internasional. Penelitian misalnya; ketika banyak peneliti dari suatu perguruan tinggi memublikasikan hasil penelitiannya, maka bisa dipastikan perguruan tinggi tersebut akan mendapat nilai tambah dimata para ilmuwan dunia. Apalagi jika penelitian tersebut memiliki nilai guna yang tinggi, maka bisa dipastikan apresiasi dunia luar terhadap pendidikan kita juga akan tinggi. Hal ini akan turut menaikkan peringkat perguruan tinggi tersebut dan bukan tidak mungkin menjadi sebuah world class university.

Oleh karena itu di atas penulis menyebutkan bahwa menjadi perguruan tinggi berkelas dunia itu bukan tujuan utama sebab hal ini dapat dicapai sejalan ketika tri dharma perguruan tinggi dilaksanakan dengan baik.

Biaya dan plagiarisme

Tidak bisa dipungkiri bahwa yang seringkali menjadi kendala untuk memajukan pendidikan di Indonesia adalah masalah biaya. Selain mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, biaya riset yang dihibahkan pun tidak cukup besar. Hal ini membuat minimnya riset-riset yang dilakukan oleh ilmuwan Indonesia. Ketika riset yang dilakukan sangat sedikit, maka yang terpublikasi pada jurnal internasional pun akan sedikit juga. Hal ini menyebabkan tidak terangkatnya peringkat perguruan tinggi di Indonesia serta tidak dihasilkannya hasil riset yang bisa dikembangkan yang berdaya guna untuk masyarakat sekitar.

Pemerintah Indonesia seharusnya bisa menghibahkan dana cukup besar untuk riset dan pengembangan di Indonesia. Hal ini demi terwujudnya karya-karya inovatif yang diciptakan oleh negeri sendiri. Selain itu, pemerintah juga tidak boleh lepas tangan terhadap pendidikan. Di kala biaya pendidikan semakin tinggi, pemerintah harus turun tangan untuk membantu memberikan pendidikan yang maksimal kepada warganya. Pendidikan sudah seyogyanya ditempatkan sebagai sebuah investasi jangka panjang oleh pemerintah demi terwujudnya masyarakat yang kompeten.

Selain permasalahan biaya, satu hal lagi yang penting diselesaikan adalah plagiarisme. Plagiarisme adalah hal yang sangat tidak diharapkan untuk terjadi dalam dunia pendidikan, apalagi jika sudah diketahui masyarakat internasional. Hal ini akan menyebabkan tercorengnya dunia pendidikan di Indonesia serta universitas yang bersangkutan.

Perguruan-perguruan tinggi di Indonesia sebenarnya memang tidak kalah kualitas dengan perguruan tinggi lainnya di luar negeri, hanya saja mungkin kita masih kalah dalam popularitas. Namun tidak sepantasnya hal ini dijadikan persoalan, karena ketika perguruan-perguruan tinggi di Indonesia berhasil melaksanakan tri dhrama nya dengan baik, maka bisa dipastikan popularitas mereka di dunia internasional juga terangkat. Tentu saja tri dharma ini harus didukung semua pihak, terutama pemerintah. Hal ini demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang cerdas dan bukan tidak mungkin perguruan-perguruan tinggi di Indonesia akan menjadi world class university namun tidak melepaskan kakinya dari Ibu Pertiwi. Semoga.

Sumber :

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:rTpi06X7I-MJ:edukasi.kompasiana.com/2010/06/02/world-class-university-haruskah-menjadi-tujuan-utama-perguruan-tinggi-di-indonesia/+world+class+university&cd=8&hl=id&ct=clnk&gl=id&source=www.google.co.id

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s