REVIEW BUKU PARADIGM THEORY & POLICY MAKING Reconfiguring the future

REVIEW BUKU

PARADIGM THEORY & POLICY MAKING

Reconfiguring the future

(Teori Paradigma Sebagai Perangkat Berfikir dalam Perumusan Kebijakan)

Peradaban Dan Kebudayaan

Budaya merupakan nilai-nilai yang umum dimiliki oleh orang-orang yang menjadi milik yang sama terbentuk secara historis oleh etnis, agama, dan/atau identitas linguistik. Disisi lain, peradaban merupakan nilai-nilai yang harus diterima secara universal oleh semua orang tanpa memandang budaya mereka. Setiap negara biasanya memiliki dua perangkat nilai-nilai yang berbeda, satu perangkat nilai-nilai yang berasal dari budaya yang dimiliki dan satu perangkat nilai-nilai lain yang datang sebagai segi diterima dari negara luar.

Budaya merupakan nilai-nilai yang dibagikan oleh orang-orang yang yang tergabung dalam komunitas yang sama yang dibentuk secara historis oleh etnik, kepercayaan dan atau identifikasi bahasa. Peradaban, dilain pihak, menyajikan nilai-nilai yang akan dapat diterima secara universal oleh semua orang, menghargai kebudayaan mereka. Budaya dilindungi oleh alam dan peradaban, dalam pertentangan, saling menyerang. Negara biasanya memproses dua rangkaian nilai yang berbeda, satu paket berasal dari keaslian kebudayaan yang dimiliki, sementara yang lain akan menjadi aspek yang diterima dari peradaban asing. Ketika bangsa di konfrontasikan dengan konflik baru antara budaya yang mereka miliki dan budaya yang berasal dari luar, budaya harus memutuskan nilai-nilai yang mana yang unggul.

Amerika mencampuradukan ras dan budaya, pada yang pentingnya membedakan budaya yang mendukung dan diperhatikan. Pengamatan seringkali mengarahkan pada catatan oleh beberapa yang diwarisi oleh Amerika dari budaya Eropa tetapi tidak memiliki perlindungan budaya. Atau bahwa Amerika dipisahkan secara budaya, karena kesamaan sejarah selama 200 tahun atau lebih. Bagaimanapun selama tahun 1992 kampanye pemilihan presiden, Dan Quayle menyampaikan pidatonya tentang nilai-nilai tempat tinggal rakyat amerika, tidak berbicara tentang kebudayaan Amerika? Dan juga ketika hadir sebagai nilai-nilai yang berkaitan dengan gaya hidup rakyat Amerika, seperti oposisi yang kuat untuk mendiskriminasikan ketenaga kerjaan, bukankah ini merupakan komponen yang sioap pada kebudayaan Amerika? Saya berpikir, orang-orang Amerika telah siap membangun kebudayaan yang unik dari kebudayaan yang mereka miliki.

Masyarakat Amerika melanjutkan kepercayaannya pada nilai-nilai tersebut yang memandu prinsip-prinsip deklarasi kemerdekaan dan konstitusi Amerika , sepereti demokrasi, hak asasi manusia, pasarekonomi bebas, dan sebagainya. Orang-orang Amerika sangat percaya hal ini merupakan nilai yang harus disebarkan secara universal oleh semua orang di dunia. Bagaimanapun nilai-nilai Amerika telah berjalan terus menerus berkembang sejak tanda-tanda deklarasi kemerdekaan. Nilai-nilai tersebut cenderung untuk menyertakan susunan nilai yang lebih luas pada basis oposisi pada beberapa jenis diktator, penindasan, korupsi politik, tindak kekerasan pada anak, diskriminasi seksual,polusi lingkungan, narkotika, pencucian uang, dan sebagainya. Oposisi ini dapat juga diinterpretasikan sebagai pembentukan konstitusi pelaksanaan aspek nilai-nilai peradaban orang-orang Amerika. Saat ini ketika datang pada nilai-nilai yang terkait pada karakter gaya hidup orang-orang Amerika, seperti oposisi terhadap diskriminasi dalam pekerjaan, nilai-nilai tersebut dapat dihargai sebagai kompetensi kebudayaan Amerika, tetapi untuk memperluas kepercayaan rakyat Amerika bahwa, nilai-nilai tersebut harus dapat diterima secara universal sebagai nilai kebangsaan, mereka dapat juga dipertimbangkan sebagai kompetensi peradaban warga Amerika.

Sepanjang tahun 1990, pada akibat runtuhnya struktur perang dingin, nilai-nilai Amerika mulai menyebar di dunia melalui berbagai spanduk, yang lainya tanda-tanda berbagai orghanisasi internasional atau cabang regianal, perjanjian multilateral dan atau bilateral. Kewenangan tertinggi peradaban Amerika telah ada, dan apakah atau bukan orang dari bangsa lain yang memperhatikannya. Nilai peradaban amerika membarikan inti nilai paradigma aktivitas ekonomi saat ini. Tanpa memperlengkapi kekuatan militer, pada tahun 1990 Amerika mendaki pos kekuasaan tertinggi yang telah tidak mempengaruhi dekade sebelumnya, meski dengan kekerasan kekuatan militer dan kekuatan ekonomi.

Ketika bangsa dihadapkan dengan konflik baru antar nilai-nilai budaya dan nilai-nilai peradaban yang normal yang dimiliki, kita harus memutuskan nilai-nilai harus menang. Amerika Serikat merupakan salah satu melting pot berbagai ras, di mana orang-orang yang hidup dalam negara tersebut berasal dari berbagai ras yang berbeda. Amerika Serikat memiliki peradaban yang diwarisi dari Eropa tetapi negara tersebut tidak memiliki budaya sendiri untuk dipertahankan, atau bahwa Amerika Serikat merupakan negara dengan budaya yang terbagi-bagi. Juga, ketika meninjau tentang nilai-nilai yang terkait dengan gaya hidup orang-orang Amerika, seperti perbedaan diskriminasi kerja dengan usia yang sudah menjadi komponen dari budaya Amerika? Oleh karena itu, bahwa Amerika telah mengembangkan budayanya sendiri yang unik.

Di sisi lain, warga negara Amerika tetap percaya pada nilai-nilai yang merupakan pedoman prinsip-prinsip Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusi Amerika Serikat, seperti Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Ekonomi Pasar Bebas, dan lain-lain. Rakyat Amerika percaya bahwa ini adalah nilai-nilai universal yang harus dianut oleh semua orang. Namun, nilai-nilai Amerika telah mengalami perkembangan sejak penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan. Nilai-nilai ini cenderung lebih luas termasuk nilai-nilai pertentangan atas segala bentuk kediktatoran, penindasan, korupsi politik, diskriminasi dalam hal jenis kelamin, polusi lingkungan, penggunaan penyalahgunaan, dan perdagangan anak, pencucian uang, dan lain-lain. Oposisi ini juga dapat diartikan sebagai yang merupakan aspek praktis nilai-nilai inti peradaban Amerika.

Sejarah peradaban tumpang tindih dengan pembebasan manusia dari penindasan oleh agama dan/atau kekuatan militer. Dengan demikian, kata peradaban merupakan nilai-nilai tertentu (seperti kemerdekaan, kesetaraan, dll) yang ditegakkan secara universal dalam masyarakat yang beradab. Tidak ada keraguan tentang fakta bahwa peradaban Amerika berasal dari peradaban Eropa sebagai pendiri negara Amerika Serikat terutama dipengaruhi oleh filsafat Perancis. Namun, terhadap argumen bahwa peradaban Amerika hanya variasi peradaban Eropa, maka harus menunjukkan bahwa nilai-nilai inti dari peradaban Amerika didirikan melalui perjuangan panjang dengan Amerika tentang interpretasi dan aplikasi nilai-nilai yang berkaitan dengan gaya hidup khas Amerika, seperti oposisi terhadap diskriminasi ras, seperti yang dinyatakan di atas, nilai-nilai ini bisa dianggap sebagai komponen inti dari budaya Amerika.

Namun, sejauh warga Amerika percaya bahwa nilai-nilai ini merupakan peradaban secara universal diterima tanpa memandang kewarganegaraan, mereka juga bisa dianggap sebagai komponen utama Amerika. Selama tahun 1990-an, pasca runtuhnya struktur perang dingin, nilai Amerika mulai beredar di seluruh dunia di bawah berbagai spanduk, baik di bawah dukungan dari berbagai organisasi internasional atau sebagai bagian dari daerah multi-lateral dan / atau pakta bilateral. Hegemoni peradaban Amerika sekarang telah berdiri. Dan apakah orang dari bangsa lain sadar akan hal itu, nilai-nilai peradaban Amerika memberikan nilai-nilai utama dari paradigma kegiatan ekonomi saat ini. Tanpa menggunakan kekuatan militer, Amerika Serikat telah meningkat, pada 1990-an, ke posisi hegemonik, yang tidak dimiliki dalam dekade-dekade sebelumnya, bahkan dengan kekuatan militer dan sumber daya ekonomi.

Setelah gerakan hak sipil awal 1960-an, warga Amerika dan pemerintah mereka menjadi percaya diri dalam prestasi mereka dan mulai memainkan peran seorang misionaris untuk menyebarkan nilai-nilai peradaban Amerika di seluruh dunia. Konsep yang relatif baru seperti “transparansi”, “keterbukaan”, dan lain-lain bermanfaat untuk membuat gagasan abstrak dipahami dan rentan untuk monitoring. Peradaban Amerika jauh lebih dari peradaban Eropa, yang tinggal agak pasif atau jinak pada pertengahan abad kedua, tanpa menimbulkan konflik dengan budaya bangsa lain.

Konsep Paradigma

Revolusi Ilmiah, Thomas S. Kuhn, Universitas Chicago menggunakan struktur kata “paradigma” di buku yang terkenal, ia tidak memberikan definisi dengan cermat. Kuhn pada tahun 1970an mengemukakan bahwa paradigma sebagai contoh yang terpadu merupakan unsur inti dari apa yang menurut pembahasan di sini disebut sebagai aspek yang paling lengkap dan paling sulit dipahami. Kuhn mendefinisikan paradigma, yang ia yakini sebagai konsep filosofi sentral dari kajiannya (1970an) sebagai berikut: “secara universal paradigma merupakan pencapaian ilmiah yang dapat dipahami yang dapat membantu kalangan praktisi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Sementara itu Masterman berpendapat bahwa paradigma adalah sebuah ‘gambaran’ konkret dari sesuatu, katakanlah A, yang digunakan secara analogis untuk menjelaskan sesuatu yang lain yang juga konkret, katakanlah B.

Tomas S. Kuhn melengkapi konsep paradigma untuk menjelaskan revolusi ilmiah sebagai pergeseran dari Newtonian Dinamis menjadi Einsteinian yang saling berkaitan. Bagaimanapun Kuhn tidak mendefinisikan kata “Paradigma” secara spesifik dan menggunakan pada banyak cara yang sama yang digunakan pada saat ini. Aktivitas umat manusia, apakah politik, sosial atau ekonomi harus merasa nyaman dengan susunan norma (peraturan,prinsip dan standar yang dapat diterima oleh kelompok tertentu) dan aktivitas ini menghasilkan basis prasarat. contoh: 1) kesepakatan internasional sejak sistem moneter menentukan peraturan yang dapat diterapkan pada keputusan perdagangan internasional pada produk makanan, pelayanan dan dan permodalan. 2) peraturan akutansi disepakati oleh IASC dan disahkan oleh IOSCO. Negara anggota menyajikan standar yang dapat diterapkan pada perbandingan korporat akuntansi secara internasional. 3) transparansi diperlukan sebagai administrasi atau bagi korporat akuntansi merupakan contoh prinsip yang dielaborasi secara lengkap oleh hukum. Peraturan pemerintah atau pedoman administratif. 4) perubahan harga minyak selama krisis minyak tahun 1970- menyebabkan perilaku korporat dan konsumen menjadi perluasan yang besar, sejak perubahan harga dikonstitusikan pada perubahan substansi dalam inti persyaratan ekonomi dunia.

Sejak itu, kata “paradigma” telah ditafsirkan sebagai “kerangka penelitian” atau “teoritis sosial, dan fenomena politik berlaku untuk penyelesaian perdagangan internasional dalam barang, jasa dan modal. Paradigma adalah sebuah konstruksi yang dapat diketahui; sebuah artifak” Berdasarkan pengertian ini, kalangan ilmuwan biasanya menghasilkan kesepakatan mengenai prinsip dan aturan bersama didalam mendefinisikan suatu teori, aplikasi, dan instrumentasi saat mereka berusaha membentuk contoh klasik atau gambaran standar tertentu yang menjadi pedoman bagi perilaku ilmiah: agar dapat diuraikan melalui pendekatan lain, maka kalangan ilmuwan tersebut harus diberi petunjuk mengenai cara kerja yang harus mereka lakukan. Karakteristik strategis dari paradigma sebagai sebuah contoh adalah kekonretannya (sifat konkret dari paradigma), yang mampu menjawab teka-teki yang dihadapi oleh para ilmuwan.

Karena terdapat batasan atau keterbatasan aktivitas manusia pada ketentuan waktu dan tempat, paradigma berkembang dari waktu ke waktu dan dari tempat satu ketempat yang lain. Sejak perang dunia II, ulasan ahli geografis tentang paradigma dikembangkan secara konstan untuk mengatasi sebagian besar negara. Bagaimanapun terdapat pemerintahan bangsa yang oposisi pada norma secara luas dapat diterima oleh yang lain atau siapa yang secara signifikan menunda menerima norma tersebut. pada perluasan tersebut, tidak ada paradigma tunggal yang mewakili setiap negara. Juga terdapat evolusi yang sgnifikan, atau berubah pada waktu tersebut. Isi dari paradigma tersebut (menanggapi argmentasi untuk dilaksanakan, juga tentang pendapat paradigma pada politik dan kehidupan sosial. Seperti halnya aktivitas ekonomi. Sebagai contoh prinsip yang tidak memberikan toleransi kejahatan seksual memperoleh penerimaan pada beberapa negara dan untuk memperluasnya. Penerimaan prinsip ini adalah merubah paradigma sosial yang diterapkan pada setiap negara, juga aktivitasmanusia memiliki secara simultan ekonomi , sosial dan implikasi politik, membuat paradigma sulit memisahkan paradigma yang respektif dari satu ke yang lainnya dalam tata cara yang sesuai. Dengan kata lain, paradigma aktivitas ekonomi, perilaku sosial dan aktivitas politik sering diduakan dan dapat dipisahkan. Memiliki pernyataan sebagai berikut: biarkan kami terpusat pada subjek bab ini.

Paradigma memperoleh statusnya karena lebih berhasil daripada saingannya dalam memecahkan beberapa masalah yang mulai diakui oleh kelompok praktisi bahwa masalah-masalah yang rawan. Keberhasilan sebuah paradigma pada mulanya sebagian besar adalah janji akan keberhasilan yang dapat ditemukan dalam contoh-contoh pilihan adan yang belum lengkap. Kegiatan manusia, baik politik, sosial atau ekonomi, harus sesuai dengan satu perangkat norma (aturan, prinsip atau standar yang diterima oleh kelompok mana seseorang berasal) dan kegiatan ini dilakukan berdasarkan satu set prakondisi penting.

Tujuannya, misalnya, (1) setuju sistem moneter internasional mendikte aturan untuk penyelesaian perdagangan internasional dalam barang, jasa dan modal (2) aturan akuntansi yang disepakati oleh IASC dan didukung oleh negara-negara anggota IOSCO menyediakan standar itu berlaku untuk perusahaan Pembukuan sebanding internasional. (3) Transparansi yang diperlukan untuk administrasi atau untuk Pembukuan perusahaan merupakan contoh dari sebuah prinsip yang dapat diuraikan secara rinci dalam hukum peraturan pemerintah, atau dalam pedoman administrasi. (4) Perubahan harga minyak mentah selama dua krisis minyak di tahun 1970-an telah mempengaruhi perusahaan dan perilaku konsumen untuk sebagian besar, karena merupakan sebuah perubahan besar dalam prasyarat penting ekonomi dunia. Karena ada batas-batas atau batas aktivitas manusia, dalam hal waktu dan tempat, paradigma bervariasi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat lain. Setelah Perang Dunia II, yang cakupan lokasi yang diperluas paradigma yang terus-menerus untuk menutupi sebagian besar negara-bangsa.

Namun demikian, ada pemerintah nasional tertentu yang bertentangan dengan norma-norma luas diterima oleh orang lain atau orang-orang yang signifikan keterlambatan menerima norma. Sejauh itu, tidak ada satu paradigma tunggal yang meliputi semua negara-bangsa. Ada juga evolusi signifikan atau perubahan dari waktu ke waktu sehubungan dengan isi paradigma (untuk lebih spesifik tentang pengertian paradigma dalam kehidupan politik dan sosial, kita juga bisa membuat argumen yang sesuai, selain dari paradigma untuk kegiatan ekonomi. Sebagai contoh, tidak menoleransi pelecehan seksual adalah mendapatkan penerimaan yang lebih luas di beberapa negara dengan waktu tertentu-kelambatan dan, sejauh itu, penerimaan dari prinsip ini adalah perubahan “Pendekatan”, dan lain-lain saya tidak keberatan untuk ilmuwan sosial mencari kerangka penelitian baru tapi agak menyambut usaha mereka.

Akari Lida mengupas tentang isu-isu kesenjangan paradigma dalam perdagangan, mata uang, keseimbangan investasi, dan lain-lain yang dihadapi oleh para pembuat kebijakan negara-negara berkembang atau mayoritas negara-negara sedang berkembang. Selain itu Akira Lida juga menganalisa mengenai permasalahan-permasalahan yang ada dalam filsafat pembangunan atau pedoman paradigma pembangunan dan bantuan untuk negara-negara di dunia ketiga secara umum.

Paradigma Mayor dan Paradigma Minor

Pada awal pembahasannya, Akari Lida menjelaskan tentang pengertian atau konsep-konsep paradigma, yaitu apa yang dimaksud dengan paradigma itu. Paradigma pada umumnya diartikan dengan pola atau model pendekatan dalam bidang sains atau penelitian secara umum. Namun, dalam pembahasan Akira Lida mengungkapkan bahwa paradigma diterjemahkan secara lebih khusus untuk melihat fenomena ekonomi, sosial dan politik. Selanjutnya frase “paradigma ekonomi politik” diartikan sebagai keseluruhan dari seperangkat norma dan seperangkat prasyarat mendasar yang membentuk basis perilaku ekonomi. Sedangkan frase “paradigma kebijakan” merujuk kepada paradigma yang berlaku pada suatu wilayah kebijakan dimana para pembuat kebijakan mempertimbangkan berbagai kemungkinan tentang pilihan instrumen atau alat yang dipilih sebagai solusi kebijakan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kebijakan tertentu.

Sejak perang dunia II kami mengetahui dua mayoritas paradigma ekonomi yang saling bersaing antara satu dengan lainnya, yaitu kapitalisme dan sosialisme. Pada saat runtuhnya struktur perang dingin pada awal tahun 1990, mayoritas bangsa atau kaum sosialis memiliki pengalaman pergeseran paradigma mayoritas menjadi kapitalisme(Cina mengklaim bahwa paradigma tersebut akan mempengaruhi pasar ekonominegara sosialis, yang berbeda dari ekonomi yang direncakan yang terjadi pada akhir dekade.

Untuk sebagian besar negara yang mengikuti paham barat yang menganut kapitalisme telah menyisakan paradigma mayoritas, dengan ini pemikiran paradigma telah berlangsung atau mengalami transformasi penting untuk merefleksikan perubahan didalam isi paradigma, yaitu: norma perilaku ekonomi dan atau inti dari prasarat yang diasumsikan di dalam transaksi ekonomi.

Perubahan paradigma minoritas tidak seperti perubahan paradigma mayoritas yang memposisikan dari paradigma Newtonian menjadi paradigma relitivitas tidak seperti pergeseran paradigma sosialis menjadi paradigma kapitalis. Pergeseran tersebut tidak menyertakan perubahan di dalam isi, tetapi, transformasi yang tetap dari keaslian paradigma itu sendiri, lahir dari perubahan secara parsial di dalam isi paradigma tersebut. Meskipun jika ini merupakan perubahan minor, dengan paradigma mayor karena perubahan tersebut memberikan dampak pada korporat dan perilaku konsumen pada perluasan yang signifikan, menyebabkan perhatian penuh pada parapembuat kebijakan.

Pentingnya observasi lain adalah bahwa masa lalu atau dulu perubahan paradigma minor seringkali dilakukan oleh perubahan di dalam rangkaian nilai-nilai yang tidak terpisahkan di dalam paradigma ekonomi politik negara. Biasanya Amerika mengendalikan upaya di belakang perubahan tersebut. Sebagai klarifikasi, biarkan kami menguji tiga tahapan proses transformasi paradigma setelah perang dunia II (Isi pembahasan pada sesi I) Tidak merefleksikan paradigma yang telah ada sejak serangan teroris pada september 2001. Hal ini akan diuji secara independen pada sesi ketiga.

Para pembuat kebijakan selama ini jarang sekali memperhatikan paradigma. Pembuat kebijakan umumnya mengerjakan pekerjaan mereka tanpa pengujian yang cukup terhadap implikasi dari perubahan dan kesenjangan paradigma ini. Karena itulah mengapa dalam pembahasan Akira Lida mengajukan teori paradigma sebagai instrumen berpikir dalam pembuatan kebijakan. Pasca perang dunia kedua, dunia diramaikan oleh pertarungan dua paradigma ekonomi dan politik, yaitu kapitalisme dan sosialisme. Pertarungan ini berakhir dengan kekalahan paradigma sosialis yaitu bersamaan dengan diruntuhkannya tembok Berlin pada bulan November 1989 dan disusul dengan pembubaran Uni Soviet menjadi dua belas negara independen yang membentuk CIS (Commonwealth of Independent States) pada bulan Desember 1991. Dengan kekalahan sosialis, terjadilah pergeseran paradigma ekonomi dan politik dunia. Akira Lida membagi pergeseran paradigma menjadi dua yaitu pergeseran mayor dan pergeseran minor. Yang dimaksud dengan pergeseran mayor adalah pergeseran paradigma secara besar-besaran seperti pergeseran paradigma sosialis menuju kapitalis. Pergeseran mayor pernah terjadi seperti pasca perang dingin. Ketika struktur bangun perang dingin runtuh di awal 1990an, mayoritas negara sosialis menggeser paradigma mereka menjadi kapitalis.

Adapun yang dimaksud dengan pergeseran paradigma minor adalah pergeseran yang tidak melibatkan perubahan secara menyeluruh dari isi suatu paradigma, melainkan transformasi yang terus-menerus dan bertahap dari bagian-bagian suatu paradigma. Walaupun pergeseran minor terjadi dalam bingkai paradigma mayor (kapitalis atau sosialis), pergeseran minor ini sangat berdampak terhadap perilaku ekonomi perusahaan dan konsumen. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius para pembuat kebijakan.

Negara-negara berkembang biasanya kesulitan mengikuti perubahan paradigma –minor- yang terus menerus ini. Ketika mereka mulai menerima suatu paradigma yang berkembang di pasar, mayoritas negara berkembang masih harus tetap mempertahankan dan menjaga petani, industri yang baru berdiri, usaha kecil dan sistem keuangan mereka yang rapuh dengan cara tetap mendikte aktifitas ekonomi rakyatnya. Dalam kondisi seperti ini negara berkembang akan kesulitan untuk menghadapi perubahan paradigma yang cepat. Kurangnya stabilitas paradigma internasional dan adanya kesenjangan paradigma yang besar akan berdampak buruk terhadap proses pembangunan di banyak negara. Isu inilah yang jarang sekali menjadi fokus perhatian para ekonom pembangunan.

TAHAPAN TRANSFORMASI PARADIGMA

A. Paradigma Satu Negara

Sesuai dengan ekonomi baru yang terjadi setelah perang dunia II setiap negara telah memprediksi untuk menguji kekuatan kedaulatan tertinggi sesuai dengan penghargaan pencapaian keseimbangan ekonomi domestik dengan keadaan teritorial negara dan sesuai dengan pencapaian keseimbangan eksternal, peraturan internasional telah ada; 1) dengan respek terhadap nilai tukar (emas/$) berdasarkan kebijakan IMF) dan selanjutnya dengan respek terhadap perdaganagan dan tariff GATT.

Sistem Bretton Woods dan GATT selanjutnya merupakan dua pilar yang mendukung ekonomi internasional setelah perang dunia II melalui ketidakseimbangan yang muncul dari pertukaran atau perdagangan uang internasional, penenaman modal, produk makanan dan jasa pelayanan. Bagaimanapun paradigma secara esensial menyisakan paradigma satu negara bahwa responsibilitas utama bagi manajemen ekonomi, terhenti dengan setiap kekuasaan negara. Peraturan lembaga Bretton Woods dan GATT secara Cuma-Cuma.

B. Pergeseran Paradigma

Perluasan atau pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat suatu negara dalam memperbaiki kerusakan dari perang dunia II telah dibiayai melalui perluasan defisit perdaganagn Amerika dan karena terdapat batasan fiskal pada pertumbuhan pasokan emas, dollar Amerika menjadi subyek yang sering memberikan tekanan sepanjang tahun 1960 dan Amerika menggeser posisi runtuhnya obligasi eksternal kkomulatif (melalui catatan secara teori kekurangan sejak tidak diletakkan secara aktual pada uji coba). Pada tanggal 15 Agustus 1971 pemerintah Amerika mengumumkan bahwa nilai konversi nnilai dollar Amerika akan disuspen. Kejadian ini lama diingat sebegai perputaran poin sistem moneter internasional. Sistem standar emas/dollar (sistem Bretton Woods) runtuh dan secara de facto sistem dollar standar muncul, dijelaskan sebagai berikut:

1) Krisis dollar 1971 dipengaruhi oleh batasan-batasan multicurrensi (Persetujuan Smithsonian desember 1971). Hasil ini di dalam skala yang besar, depresiasi nilai dollar terhadap mata uang mayoritas yang pada gilirannya menyebabkan pengurangan drastis terhadap pendapatan nilai dollar pada negara anggota OPEC dalam monopoli harga yang disusun oleh seven sister.

2) Krisis Minyak Yang terjadi tahun 1970sebagai upaya negara anggota OPEC merebut kekuatan membuat keputusan terhadap harga minyak dan kekuatan untuk menekan kartel/cartel produksi minyak.

3) Pergeseran daya beli negara pengimpor minyak menjadi negara penghasil minyak mendasari krisis pemasokan minyak yang mana terdapat sedikit ruang untuk meraih permintaan kebijakan ekonomi makro. Berbagai ukuran sisi pemasokan yang telah diambil dimayoritas negara pengimpor minyak termasuk peningkatan minyak mentah. Kilang minyak sektor swasta berupaya untuk mengurangi konsumsi energi setiap unit pengolahan, diversifikasi sumber energi menjadi gas alam dan sebagainya.

4) Daur ulang minyak, tentang perubahan yang signifikan di dalam keuangan internasional. Pasar Mata uang Euro di London dan hutang internasional. Bisnis yang dikembangkan di dalam volume negara berkembang yang mengajukan pinjaman setiap sindikat pinjaman pada akhirnya meningkat dengan krisis hutang yang berlanjut hingga tahun 1980.

5) Amerika menekan kinerja pasar sekuritas (May day reform 1975) secara parsial meningkatkan daya saing bisnis sekuritas di Amerika dan secara parsial mengklaim status sebagai pusat pasar modal internasional. Dari sisi pemasokan, modal keuangan yang efisien melalui renovasi pasar modal juga perlu untuk membenahi dari jatuhnya perekkonomian yang terjadi akibat krisis minyak. Reformasi termasuk rekruitmen bank tradisional produk dan mengurangi intermediasi fungsi bisnis perbankan (disintermediasi). Awal 1980 reformasi telah dilakukan memberikan dampak dan peningkatan modal dalam pasar Amerika oleh para Klien dunia (oleh Klien Inggris) berkembang secara signifikan, hal ini merupakan bujukan British Big Bang 1986.

6) Meskipun sistem standar emas dollar berdasarkan pada ketentuan IMF, sistem GATT yang merupakan pilar paradigma lain dari satu negara (kapitalis). Bertahan hingga tahun 1994 sebagai konsekuensi dari negosiasi GAAT yang diulang untuk mengurangi tarif dan ancaman non tarif terhadap perdagangan bahan makanan (konsekuensi dari negosiasi Tokyo , 1973-1979) batas-batas negara untuk perdagangan internasional sebenarnya sudah dihapus). Sebab penghapusan batas-batas negara tersebut, berlangsung dan berakhir tahun 1980an, para jurnalis dan ahli ekonomi mulai untuk menggunakan sebuah istilah baru untuk menjelaskan situasi tersebut: “Ekonomi Tanpa Batas”.

Sebagai hasil dari Negosiasi Uruguay, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) lahir pada tahun 1995 sebagai sebuah organisasi internasional yang membahas tiga tuntutan, yang disebutGATT GATS dan TRIPS. GATT lama (GATT tahun 1947) telah melebur ke dalam GATT Baru (GATT 1994).

7) Dengan kesuksesan reformasi pasar sekuritas dan dengan pengenalan kekuatan yang diperbaharui sektor finansial bangsa Amerika, PBB mengubah strategi negosiasi perdagangan dari satu pertahanan dasar (perlindungan terhadap industri dalam negeri dari kompetisi industri-industri asing) menjadi dua cabang (penggunaan strategi defensif yang masih eksis ditambah suatu sudut pandang baru pada pembukaan pasar dalam negara-negara pesaing dan peningkatan deregulasi). Pemerintahan US meminta baik liberalisasi lebih lanjut pada pasar asing maupun deregulasi atau kebijakan tentang sektor finansial bisnis yang meyakinkan (terpenting, konsultan keuangan atau konsultan finansial US-Jepang pada tahun 1986-1994), Penjelasan tentang perubahan dalam pandangan finansial, Peter F. Drucker menulis dalam tahun 1989:

8) “Pada awal atau pertengahan tahun tujuhpuluhan—melalui OPEC dan dengan Presiden Nixon’s pelambungan dollar—ekonomi dunia berubah dari internasional menjadi transnaional. Ekonomi Transinternasional saat ini menjadi dominan dalam pengawasan ketat ekonomi dalam negeri/domestik suatu negara. Ekonomi transnasional dipertajam oleh peredaran uang melebihi perdagangan produk dan perdagangan. Peredaran uang ini sebagai kondisi dinamis mereka.

9) Setelah itu, cakupan geografis ekonomi meningkat menjadi lebih luas pada tingkat regional melebihi batasan nasional (peningkatan ekonomi regional). Investasi asing secara langsung (proses merger dan aquisisi pembukaan cabang dan jaringan kerja yang lain untuk penjualan dan pelayanan) diambil secara jelas diantara negara-negara maju. Perubahan dalam perilaku korporat ini tidak hanya merefleksikan transformasi paradigma dari satu negara kapitalisme menjadi ekonomi transisi dan tanpa batas, tetapi juga secara signifikan memberikan pengaruh terhadap pemerintahan secara nasional dalam bentuk kebijakan ekonomi.

10) Pada tahun 1987, IASC memulai proyeknya pada perbandingan secara internasional korporat akuntansi dengan IOSCO mengirimkan para peneliti pada proyek tersebut dengan memulai pada point yang disebut versi akuntasi BIG BANG dan menyediakan infrastruktur bagi globalisasi aktivitas antar korporat di seluruh dunia.Standarisasi akuntansi Korporat dan Emisi series ISO 9000 (standarisasi kualitas manajemen merupakan bukti bahwa kebutuhan utama timbul dari globalisasi aktivitas korporat juga pengembangan strandarisasi bagi akuntasi manajemen mutu, pengembangan di masa yang akan datang dari aktivitas korporate globalmenjadi peningkatan yang nyata.

Pengamatan di atas memberikan saran bahwa selama dua dekade setelah pergeseran peralihan moneter pada tahun 1971, perubahan yang signifikan terhadap pengakuan variabel yang penting dari paradigma telah diprovokasi atau disebabkan oleh negara yang satu setelah yang lainnya di dalam efek domino (dengan hubungan sebab akibat antara keduannya) sehingga paradigma satu negara secara berangsur-angsur kehilangan validitasnya dengan kata lain, hal ini merupakan periode transisi selama banyaknya isi dari paradigma aktivitas ekonomi yang berangsur-angsur digantikan oleh isi yang baru, setelah 15 atau 20 tahun menghasilkan paradigma baru yang dibedakan dari usia secara signifikan. Bagi tujuan kenyamanan saya harus menyebutnya paradigma yang diamati sepanjang tahun 1970-1980 “Paradigma transisi”.

Pada paradigma transisi ini, mengendalikan upaya perubahan berasal dari Amerika. Dibalik perubahan merupakan strategi Amerika untuk menata kembali kekuatan keuangan pasar Amerika kemudian menggunakan kekuatan sebagai leverage pembukaan pasar yang lain untuk kepentingan ekonomi Amerika. Bagaimanapun, keberhasilan perubahan yang dicapai selama dua dekade tidak didikte secara sepihak oleh Amerika. Ada beberapa tindakan dan reaksi oleh negara lain dan atau oleh agen swasta yang manapemerintah Amerika tidak mengantisipasinya,jika kita melihat pada tindakan dan atau reaksi, kami telah mengobservai adanya hubungan sebab akibat yang penting diantara keduannya. Hubungan tersebut membuat proses karena paradigma berupa seperti proses transformasi secara otomatis yang akan memposisikan harapan kebijakan pasar Amerika. Transformasi dilanjutkan hingga tahun 1990, tetapi pada awal tahun dekade struktur perang dingin runtuh memberikan karakter baru paradigma aktivitas ekonomi pada tahun 1990.

C. Pasca Paradigma Perang Dingin.

Keberhasilan kejadian dari runtuhnya tembok Berlin pada Nobember 1989, untuk melucuti USSR dan lahirnya CIS pada bulan Desember 1991 berakhirnya struktur perangdingin. Sebagian besar negara yang mengikuti pengalaman bangsa Timur paradigma mayoritas bergeser dari sosialisme menjadi kapitalisme. Selanjutnya, tanggapan bangsa Barat terhadap ekonomi global sebagai munculnya pasar baru.

1. Kebangkitan Regional

Eropa—pembangunan yang dijanjikan di atas pada waktu yang lama, perkembangan pasar dan peluang bisnis baru bagi bangsa Barat, tetapi pada jangka pendek dan menengah, membawa tekanan dan resiko bagi bangsa Barat. Tekanan tersebut secara khusus dirasakan oleh negara-negara diEropa (diantara yanglain-lainnya jerman) dengan datangnya atau masuknya upah pegawai yang rendah, distorsi harga, hilangnya daya saing dari biaya yang tidak efisien pada industri domestik dan sebagainya.

Sejalan dengan laporan Delors April 1989 dan Perjanjian Maas-tricht (yang ditanda tangani oleh negara anggota EC pada bukan November 1993), negara amggota EU melanjutkan menciptakan EMU (Ikatan Moneter Eropa). Akhirnya ESCB (Sistem Eropa Bank Central) menjadi operatif pada Juni 1998 dengan lahirnya bank central Eropa, dan penggabungan mata uang Eropa yang disebut EURO yang dikenalkan pada bulan Januari 1999. Pada bulan Mei 2000 perjanjian Amsterdam yang ditanda tanggai oleh Konsil Eropa di Amsterdan pada bulan Juni 1997) menjadi efektif. EU sekarang bekerja untuk CFSP (Common Foreign And Security Policy), kebijakan perdagangan dan pengembangan EU.

Amerika– Dilain pihak bagian Atlantik yang lain (Amerika, Canada dan Mexico) menyepakati NAFTA yang ditandatangani pada bulan Desember 1992 efektif bulan Januari 1994. Argentina, Brazil, Paraguay dan Uruguay memulai MERCOSUR yang ditandatangani bulan November 1991 efektif Januari 1995.

Perkembangan ini bersumber pada negara lain untuk merefilatisasi keberadaan kesepakatan perdagangan bebas regional (dikenal sebagai RFTA) atau membentuk alianci baru seperti GRUPOANDINO (Colombia, Equador, Peru, Bolifia, Cilli) dan Caricom Carribian Cominity. Selanjutnya pemerintah Amerika mengumumkan rencana pada tahun 1994 dibentuk FTAA (Perdagangan Bebas Area Amerika) yang akan mencakup seluruh bangsa atau negara di bagian utara, tengan dan selatan Amerika. Pertemuan Amerika Selatan mendukung rencana ini pada tahun 2000 dan memberikan dukungan kembali pada tahun 2001. Administrasi Amerika saat ini siap untuk memulai negosiasi untuk membuat FTAA pada bulan Juni 2005 setelah memperoleh kewenanganpromosi perdagangan dari Capitol Hill pada musim panas 2002.

Asia—Di Asia, negara-negara ASEAN memulai AFTA padajanuari 1992 yang efektif tarif istimewa yang muncul pada bulan Januari 1993. Kerangka kerja korporat negara-negara ASEAN ditambah tiga negara (Cina, Korea,Jepang) juga memulai selama periode ini sebagai negara yang disertakan koordinasi ekonomi yang lebih besar secara regional.

Dengan kepemimpinan Amerika Serikat, APEC yang mulai lebih awal sebagai forum ekonomi korporate untuk bangsa-bangsa Asia Pasifik diinisiasikan inisiatif diskusi pada tata cara praktis liberalisasi perdagangan dan penanaman modal pada inti dari Deklarasi Bogor (November 1994). Secara bilateral Jepang memulai studi dengan Singapura, Korea, Mexico, Cilli tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan bebas bilateral.

Meskipun, pemikiran beberapa rencana di atas tidak mudah secara dilaksanakan atau dicapai hal ini tidak dapat dibatalkan, bahwa tahun 1990 strategi nasional beberapa negara mulai fokus pada pasar regional dibandingkan pasar nasional secara spesifik. Pada saatnya setelah penyelesaian Uruguay, WTO mulai beroperasi pada bulan Januari 1995. WTO meminta negara anggota untuk sepakat sebagian besar negara terbaik.

2. Aktivitas Korporat Bertumpu Pada Strategi Global

Sementara pemerintah nasional berjuang untuk memperkuat ekonomi di regional, korporasi besar telahmemperluas aktivitas mereka ke seluruh dunia menggunakan strategi global yang mereka miliki. Sesungguhnya hilangnya batasan nasional, liberalisasi, deregulasi di pasar nasional dengan respek pada transaksi produk makanan, dan pelayanan dan uang, perkembangan teknologi informasi dan upaya standarisasi peraturan akutansi, manajemen mutu, dan manajemen lingkungan semua memberikan kontribusi untuk mempersiapkan infrastruktur internal pada aktivitas korporat global. Saat ini perusahaan multinasional besar terdaftar secara keseluruhan di New York, London, Frankfurt, Paris dan Tokyo dapat menumbuhkan modal capital secara internasional dan mengelola aktivitas yang produktif berdasarkan standar global yang dapat diterima. Sama halnya memproduksi bagian atau bahan melalui jaringan internet. Saat ini mereka lebih bergantung pada kebijakan nasional daripada pada tahun 1980. Dengan kata lain, mereka mendapatkan tingkatan kebebasan di dalam menetapkan jalan yang mengarah pada pertumbuhan modal atau produksi, dengan kebebasan dari kebijakan nasional.

3. Informasi Teknologi dan Ekonomi Baru

IT menjadi terkenal pada tahun 1990 awal ketika Amerika memperkenalkan persaingan yang lebih besar didalan sektor telekomunikasi. Bagaimanapun, sebagian besar inovasi telah siap ditempatkan selama decade sebelumnya. Contohnya, teknoloi dapat memberikan fasilitas transmisi dan proses informasi pada kecepatan yang tidak terbatas dan kapasitas penyimpanan yang besar dari informasi telah dipersiapkan pada tahun 1980, ketika optic fiber super computer dapat dikomersilkan.

Perbedaan antara tahun 1990 dengan decade sebelumnya dapat diuraikan: Pertama, pasar yang telah ditingkatkan kapasitas personal computer dan teknologi dapat digunakan oleh pengguna biasa. Kedua, pengembangan perangkat lunak memungkinkan perusahaan menyusun sistem operasi korporat dengan memadukan seluruh informasi penting dan pengetahuan dengan kemampuan manusia dan manajemen dumberdaya fisik (personel, jaringan, suku cadang, inventori, dan sebagainya). Meningkatkan pengaturan jaringan transaksi, data base dan yang lainnya. Ketiga, munculnya internet sebagai platform untuk kebutuhan kertas menjadi lebih efektif.

Kegunaan PC di perkantoran menjadi standar di Amerika pada awal 1990, selanjutnya perusahaan software atau konsultan sistem menjadi favorit dengan keberadaan IT. Selanjutnya pertengahan tahun 1990, kegunaan space komunikasi satelit militer Amerika yang sebelumnya diperbolrhkan hanya di rumah sakit dan akademi telah terbuka untuk kepentingan komersial. Sejak perkembangan berbagai transaksi seperti BtoG dan GtoG, dilibatkan pada kecepatan yang memusingkan sebagai platform baru pengurangan transaksi yang membutuhkan material kertas menjadi lebih penting. Factor ini telah dipadukan untuk mempertajam paradigma baru pada aktivitas ekonomi, meskipun kami tidak yakin apakah dan bagaimana pemerintah akan mengintervensi pada aturan perpajakan, supervise administrasi, kebijakan persaingan dan sebagainya dengan fenomena perkembangan baru.

Budaya, Peradaban dan Pembentukan Paradigma Politik Ekonomi

Suatu norma yang berlaku dalam sebuah masyarakat merefleksikan nilai-nilai yang dipegang oleh para konstituennya yang pada gilirannya merepresentasikan kebudayaan suatu negara. Kebudayaan (culture) merepresentasikan nilai-nilai yang dihormati bersama oleh suatu masyarakat yang dalam sejarahnya dibentuk oleh kesamaan identitas etnik, agama dan bahasa. Sedangkan peradaban (civilization) merepresentasikan nilai-nilai yang harus diterima secara universal oleh semua orang tanpa memperhatikan kebudayaan mereka. Oleh sebab itu, dengan sendirinya kebudayaan bersifat defensif dan statis dan sebaliknya peradaban bersifat ofensif dan dinamis.

Sebuah negara biasanya memiliki dua perangkat nilai: yang pertama berasal dari kebudayaannya sendiri dan yang lainnya berasal dari peradaban asing. Dengan alasan politik dan ekonomi, suatu negara bisa saja mengadopsi aspek-aspek peradaban negara lain. Ketika suatu negara dihadapkan pada konflik antara nilai-nilai kebudayaannya sendiri dengan nilai-nilai dari peradaban asing, masyarakat negara itu harus memutuskan nilai-nilai mana yang akan diberlakukan.

Amerika Serikat merupakan melting pot antar ras dan kebudayaan yang berbeda, dimana kepentingan dari setiap kebudayaan yang berbeda tersebut ditegakkan dan dihormati. Tidak diragukan lagi bahwa Amerika Serikat memiliki peradaban yang diwarisi dari Eropa dan ia tidak memiliki kebudayaan asli. Dengan kata lain, kebudayaan di Amerika Serikat terbagi-bagi oleh budaya para pendatang dan karena itu dalam sejarah, usianya relatif muda yaitu sekitar 200an tahun.

Walaupun begitu, ternyata Amerika Serikat mampu membangun sebuah peradaban yang besar. Setelah melewati perjuangan yang panjang dalam menyusun, menginterpretasikan dan mengaplikasikan konstitusi mereka, Amerika Serikat berhasil menegakkan nilai-nilai inti dari peradaban mereka, yaitu seperti kebebasan (freedom), persamaan (equality) dan keadilan (fairness). Walaupun nilai-nilai ini diambil dari filsafat pencerahan Perancis, rakyat Amerika telah menginternalisasikannya dalam kehidupan dan cara berfikir mereka. Pasca pergerakan hak civil (the civil right movement) di awal-awal 1960an, rakyat dan pemerintah Amerika Serikat merasa percaya diri dengan capaian mereka dan dimulailah penyebaran nilai-nilai dari peradaban Amerika di seluruh dunia. Pada saat itu, peradaban Amerika menjadi lebih agresif daripada peradaban Eropa yang mulai agak pasif di paruh terakhir abad ke 20.

Selama tahun 1990an, setelah runtuhnya paham sosialis, nilai-nilai Amerika semakin menyebar di seluruh dunia dengan berbagai bendera, baik dalam bentuk bantuan dari berbagai organisasi internasional, aktifitas perusahan dan lembaga swadaya Amerika dalam kancah global, ataupun dalam bentuk perjanjian regional, bilateral dan multilateral. Hegemoni peradaban Amerika akhirnya menguat, dan disadari atau tidak, nilai-nilai peradaban Amerika telah menjadi nilai inti dari paradigma aktifitas perekonomian dunia saat ini. Tanpa menggunakan kekuatan militer, pada tahun 1990an Amerika mampu menaiki tahta hegemoni ini yang mana tidak bisa dicapai pada dekade-dekade sebelumnya, walaupun dengan kekuatan militer dan ekonomi. Akari Lida menyebut fenomena ini sebagai “perang suci Clinton dengan nilai-nilai Amerika” (Clinton crusade of American values), karena fenomena ini tampak jelas selama masa kepemimpinan Clinton (1992-2000) dan melemah ketika digantikan oleh pemerintahan partai Republik.

Awal masa kepemimpin George W. Bush diwarnai dengan aksi teror yang sering disebut sebagai serangan 11 September 2001. Pasca serangan yang menewaskan ratusan jiwa itu, Amerika Serikat semakin mantap dengan pilihan perubahan paradigma politiknya menjadi liberal imperialis. Bush segera mengumandangkan perang melawan terorisme. Konsentrasi pemerintahannya lebih dipusatkan pada urusan perang. Invasi militer Amerika Serikat ke Iraq dan tindakan-tindakan lain yang sering tidak direstui PBB menimbulkan keraguan dunia internasional akan nilai-nilai peradaban yang selama ini didengungkan Amerika. Dalam hal ini, Amerika secara tidak langsung justru memperlemah hegemoni paradigmanya. Menurut Akari Lida, semakin banyak hal-hal menakutkan yang menjadi perhatian kebijakan luar negeri Amerika, semakin akan memecah opini publik dunia dan sangat mungkin akan mengarah kepada pola aliran modal yang tidak pernah diantisipasi sebelumnya yang bisa saja meruntuhkan hegemoni Amerika.

Dukungan kuat dari tokoh politik sangat perlu untuk mengimplementasikan perubahan paradigma pemikiran. Baru dengan dukungan penuh dari Franklin D. Roosevelt, presiden Amerika Serikat waktu itu, pemikiran Keynes dijalankan. Dan sejak saat itu, ekonomi Amerika Serikat dan dunia, segera mengalami pemulihan. Ekonomi dunia kemudian mengikuti paradigma pasar dengan campur tangan pemerintah.

Namun, tidak semua negara mengikuti paradigma pasar dengan campur tangan pemerintah. Negara yang menganut sistem sosialis/ komunis cenderung tidak mempercayai penggunaan mekanisme pasar sama sekali. Mereka percaya bahwa semua kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah pusat. Contoh paling jelas adalah apa yang dilakukan oleh Uni Soviet (sebelum pecah menjadi banyak negara). Pusat lah yang menentukan semua kegiatan ekonomi sampai pada unit mikro yang terkencil. Harga tidak berperan dalam mengalokasi barang dan jasa.

Indonesia sebelum tahun 1966 juga cenderung menggunakan sistim perencanaan terpusat, yang mengabaikan mekanisme pasar. Ditambah dengan situasi ”perang” melawan Amerika Serikat, Inggris, dan negara tetangga (Malaysia dan Singapura), situasi ekonomi di awal 1960s sangat kacau. Telah terjadi hiper-inflasi, kenaikan harga yang amat cepat. Rata-rata harga di Desember 1965 tujuh kali lipat rata rata harga di Desember 1964.

Prediksi Akari Lida seakan menjadi kenyataan. Di tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Bush, Amerika dengan dolarnya hampir bangkrut. Namun Akari Lida juga menambahkan prediksinya bahwa pergeseran paradigma Amerika Serikat ini bukanlah pergeseran permanen melainkan pergeseran yang akan mengambil jalan memutar atau akan kembali lagi ke paradigma liberal kapitalis. Pergeseran memutar ini mulai tampak jelas setelah pemerintahan baru Barrack Obama banyak mengkritisi dan merombak kebijakan pendahulunya. Kalau citra ini bisa bertahan, Amerika dengan nilai-nilai kapitalisme akan menikmati hegemoninya lagi.

Paradigma adalah penentu utama dari arsitektur pasar dan model bisnis. Model bisnis yang tidak sesuai dengan paradigma yang berlaku dipastikan akan tergilas dan karena itu selalu ada kompetisi dalam pencarian model terbaru yang sesuai dengan paradigma yang berlaku atau bahkan menciptakan format yang lebih baik dan dapat menggantikannya.

Karena perbedaan geografis dan tingkah laku manusia, paradigma akan selalu bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat yang lain. Selalu ada evolusi dari kandungan isi suatu paradigma. Tidak ada sebuah paradigma yang bisa diterima seutuhnya oleh seluruh negara.

Walaupun paradigma kapitalis berubah dari waktu ke waktu dan terdapat kesenjangan antara paradigma yang dominan secara internasional dan paradigma lokal, nilai-nilai inti dari paradigma kapitalis –kebebasan, persamaan dan keadilan- tetap tidak berubah. Hal inilah yang membuat paradigma ini tetap bertahan.

Namun, akhir-akhir ini, kembali muncul banyak keraguan terhadap paradigma kapitalis. Keraguan ini timbul menyusul terjadinya krisis global. Kapitalisme dianggap gagal dalam mensejahterakan masyarakat dunia. Di antara kelemahan kapitalisme yaitu: kapitalisme melahirkan kesenjangan ekonomi; kekuatan-kekuatan kapitalis selalu bersikap double-standard; kapitalisme secara teoritis memberi kesempatan sama kepada setiap anggota masyarakat, dalam kenyataannya bersifat diskriminatif, bahkan rasis; negara-negara kapitalis melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya negara dunia ketiga.

Dari sekian banyak kelemahan tersebut, tampak bahwa pada dasarnya kritik-kritik terhadap kapitalisme sejalan dengan nilai inti dari kapitalisme itu sendiri. Kelemahan-kelamahan itu bertentangan dengan prinsip keadilan dan persamaan. Maka, sangat mungkin bila krisis yang terjadi saat ini adalah akibat penyelewengan dan pergeseran nilai yang ditawarkan pemegang hegemoni paradigma.

Keberadaan Amerika di puncak hegemoni politik dan ekonomi dunia tergantung kepada penerimaan masyarakat dunia terhadap nilai-nilai yang ditawarkan, tidak selamanya bergantung kepada kekuatan ekonomi dan militer. Pada saat yang sama, kekuatan ekonomi Amerika berasal dari nilai-nilai peradaban Amerika yang dengannya masyarakat Amerika ingin berbagi dengan negara-negara lain. Lazimnya, ekonomilah yang mendikte kebiasaan manusia. Tetapi akhirnya, manusialah yang bertanggung jawab terhadap aktifitas ekonomi. Oleh karena itu, kredibilitas kepemimpinan dalam mengangkat nilai-nilai atau norma-norma yang melandasi suatu paradigma, merupakan suatu hal yang paling signifikan.

PEMBAHASAN

Fenomena semakin besarnya minat terhadap studi kebijakan publik akhir-akhir dapat dijelaskan dengan banyak alasan baik alasan yang menyangkut alasan ilmiah, professional ataupun politis. Disisi yang lain, revolusi teknologi komunikasi dan globalisasi dunia juga ikut semakin memperbesar minat terhadap studi kebijakan publik. Pertama, revolusi teknologi komunikasi dan globalisasi telah mendorong terjadinya proses demokratisasi di sebagian besar negara berkembang yang pada awalnya merupakan negara-negara otoriter. Kedua, globalisasi informasi telah melahirkan tipe masyarakat yang krisis. Kedua hal tersebut telah mengakibatkan semakin pedulinya warga negara sekarang ini terhadap kebijakan-kebijakan publik yang yang berpengaruh secara langsung terhadap kehidupan pribadinya.

Dikaitkan dengan otonomi daerah, studi kebijakan publik di Indonesia juga semakin penting. Pelaksanaan otonomi daerah dihapkan mampu memberikan kesejahteraan kepada sebagian besar rakyat. Namun ada kekhawatiran dibalik harapan tersebut yaitu otonomi daerah dikhawatirkan akan melahirkan raja-raja kecil di daerah yang tidak lagi memperdulikan nasib rakyat. Oleh sebab itu studi kebijakan publik berdasarkan alasan professional menjadi sangat dibutuhkan guna dapat memberikan rekomendasi bagi perbaikan kebijakan publik yang akan datang.

Semenjak runtuhnya rezim Soeharto, proses politik dipengaruhi oleh pasang surutnya wacana demokrasi dan reformasi. Kebijakan publik masa lalu digugat, sementara kebijakan kebijakan-kebijakan baru disusun untuk memcahkan persoalan-persoalan yang kini dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Beberapa kebijakan baru yang dikeluarakan pemerintah tersebut mendapat dukungan tetapi tidak sedikit yang yang justru mendorong terjadinya resistensi di kalangan pejabat, kelompok-kelompok dalam masyarakat dan menimbulkan kontroversi.

Secara umum istilah “kebijakan” atau “policy” digunakan untuk menunjuk perilaku seorang aktor (misalnya seorang pejabat, suatu kelompok maupun suatu lembaga pemerintah) atau sejumlah aktor dalam suatu bidang kegiatan tertentu. Pengertian kebijakan seperti ini memadai untuk keperluan pembicaraan biasa, akan tetapi menjadi kurang memadai untuk keperluan pembicaraan-pembicaraan yang bersifat ilmiah dan sistematis menyangkut analisis kebijakan publik. Oleh karena itu, kita memerlukan batasan atau konsep kebijakan publik yang lebih tepat.

Pada dasarnya terdapat banyak batasan atau definisi mengenai apa yang dimaksud dengan kebijakan publik (public policy) dalam literatur-literatur ilmu politik dimana masing-masing definisi memberikan penekanan yang berbeda-beda. Perbedaan ini timbul karena masing-masing ahli memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga pendekatan dan model yang digunakan oleh para ahli pada akhirnya juga akan menentukan bagaimana kebijakan publik tersebut hendak didefinisikan. Namun demikian, satu hal yang harus diingat dalam mendefinisikan kebijakan adalah bahwa pendefinisian kebijakan harus tetap mempunyai pengertian mengenai apa yang sebenarnya dilakukan, ketimbang apa yang diusulkan dalam tindakan mengenai suatu persolan tertentu. Persoalan yang sering muncul dalam melakukan kajian terhadap masalah-masalah publik adalah bahwa tidak semua masalah mendapatkan tanggapan yang memadai dari para pembuat kebijakan. Oleh karena itu, hanyalah masalah-masalah tertentu yang dianggap sebagai masalah publik, sementara yang lainnya tidak.

Masalah publik (public problem), dibedakan menjadi dua tipe yakni:

1. Pertama, masalah-masalah tersebut dikarakteristikan oleh adanya perhatian kelompok dan warga kota yang terorganisasi yang bertujuan untuk melakukan tindakan (action).

2. Kedua, masalah-masalah tersebut tidak dapat dipecahkan secara individual/pribadi (dengan demikian ia menjadi masalah publik), tetapi kurang terorganisasi dan kurang mendapat dukungan.

Sebelum suatu masalah masuk ke dalam agenda kebijakan, masalah tersebut menjadi isu terlebih dahulu. Dengan demikian, isu kebijakan merupakan hasil dari perdebatan tentang definisi, eksplanasi dan evaluasi masalah. Isu akan menjadi embrio awal bagi munculnya masalah-masalah publik dan bila masalah tersebut mendapat perhatian yang memadai, maka ia akan masuk ke dalam agenda kebijakan. Oleh karena itu, kelompok-kelompok dalam masyarakat akan menggunakan berbagai cara untuk memperjuangkan suatu isu agar dapat masuk ke agenda kebijakan.

Sumber Referensi

Akira Lida, 2004. Paradigm Theory and Policy Making; Reconfiguring the Futur Tokyo: Tuttle Publishing.

about:blank

Pos ini dipublikasikan di ADMINISTRASI NEGARA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s