SENSUS, SUSENAS, dan SUKERNAS

Metode Penelitian Sosial Kuantitatif / SSO 80104
Study Questions 6
Pemanfaatan Data Sekunder
CHASIDIN NPM 1006745700
Universitas Indonesia

Pertanyaan

1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan Sensus Penduduk (SP), Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan jelaskan perbedaan diantara ketiganya.
• Sensus penduduk adalah pencatatan total tentang penduduk yang dilakukan olah Badan Pusat Statistik dengan tujuan untuk mengetahui jumlah, komposisi, dan karakteristik penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Dilakukan secara serentak dan bersifat menyeluruh dalam batas wilayah suatu negara untuk kepentingan demografi, perencanaan pembangunan negara yang bersangkutan. Pengertian lainnya dari sensus penduduk sering disebut cacah jiwa karena di dalam sensus penduduk terdapat berbagai klasifikasi atau menerangkan keadaan manusia. Kegitan sensus penduduk dilaksanakan untuk mengatur penempatan penduduk yang meliputi :
1. Penyebaran penduduk yang padat wilayahnya untuk pemanfaatan sumber daya alam.
2. Persebaran penduduk di wilayah yang lama ditempati dan padat ke wilayah yang jarang penduduknya.
3. Persebaran penduduk untuk pemerataan pekerjaan.
Sensus peduduk memiliki ciri yang khas dibanding dengan metode penelitian yang lain, yaitu:
1. Bersifat individu yang berarti informasi demografi dan sosial ekonomi yang dikumpulkn bersumber dari individu baik sebagai anggota rumah tangga maupun anggota masyarakat.
2. Bersifat universal yang berarti pencacahan bersifat menyeluruh.
3. Pencacahan diadakan serentak di seluruh Negara.
4. Sensus penduduk dilaksanakan secara periodic yaitu tiap tahun yang berakhiran nol (0)
Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan bahwa informasi kependudukan minimal yang harus ada dalam tiap-tiap sensus penduduk agar data hasil sensus penduduk dari beberapa Negara dapat diperbandingkan sebagai berikut:
1. Geografi dan Migrasi Penduduk
2. Rumah Tangga
3. Karakteristik Sosial dan demografi
4. Kelahiran dan kematian
5. Karakteristik pendidikan
6. Karakteristik ekonomi Informasi geografi meliputi lokasi daerah pencacahan. , jumlah penduduk yang bertempat tinggal di suatu daerah tersebut berupa jumlah de jure (penduduk yang berdomisili resmi di daerah tersebut) dan de Facto (penduduk yang bertempat tinggal di suatu tempat tertentu dan tidak terdata secara resmi di lokasi tersebut)

• SAKERNAS merupakan salah satu survei pendekatan rumah tangga yang khusus mengumpulkan data ketenagakerjaan secara periodic. Data tentang situasi ketenagakerjaan merupakan salah satu data pokok yang dapat menggambarkan kondisi perekonomian, sosial, bahkan tingkat kesejahteraan penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Sakernas pertama kali diselenggarakan pada tahun 1976, kemudian dilanjutkan pada tahun 1977 dan 1978. Pada tahun 1986-1993, Sakernas diselenggarakan secara triwulanan di seluruh provinsi di Indonesia, sedangkan tahun 1994 – 2001, Sakernas dilaksanakan secara tahunan yaitu setiap bulan Agustus. Sejak tahun 2002 hingga sekarang, di samping Sakernas tahunan dilakukan pula Sakernas Triwulanan. Sakernas Triwulanan ini dimaksudkan untuk memantau indikator ketenagakerjaan secara dini di Indonesia, yang mengacu pada KILM (the Key Indicators of the Labour Market) yang direkomendasikan oleh ILO (International Labour Organization). Hal ini bertujuan untuk menjamin keterbandingan antar negara. penduduk usia kerja yang digunakan di Indonesia adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas, namun dalam survei dicatat 10 tahun ke atas. Pengumpulan data ketenagakerjaan melalui SAKERNAS mempunyai tiga tujuan utama. Ketiga tujuan tersebut adalah untuk mengetahui:
1. Kesempatan kerja, dan kaitannya dengan pendidikan, jumlah jam kerja, jenis pekerjaan, lapangan pekerjaan dan status pekerjaan.
2. Tingkat pengangguran, dan kaitannya dengan pendidikan, upaya dan lamanya mencari pekerjaan.
3. Penduduk yang tercakup dalam kategori bukan angkatan kerja yaitu, mereka yang sekolah, mengurus rumah tangga dan melakukan kegiatan lainnya.
• Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) adalah survei rumah tangga mengenai berbagai karakteristik sosial-ekonomi penduduk, terutama yang erat kaitannya dengan pengukuran tingkat kesejahteraan masyarakat. Secara umum perkembangan kegiatan Susenas dapat dibagi ke dalam 2 tahap; tahap I antara 1963-1991, dan tahap II mulai 1992 sampai dengan sekarang. Susenas dilaksanakan pertama kali tahun 1963 dengan sampel 16.000 rumah tangga dan hanya dilaksanakan di Pulau Jawa. Karakteristik yang dicakup adalah demografi, ketenagakerjaan dan konsumsi/pengeluaran dengan pendekatan rumah tangga biasa. Sampai dengan tahun 1970, Susenas dilaksanakan sebanyak 4 kali, dengan cakupan wilayah dan ukuran sampel berbeda. Pelaksanaan Susenas pertama sampai dengan keempat seluruhnya dibiayai dan dibantu secara teknis oleh UN. Susenas tahun 1964-1965 sudah mencakup seluruh propinsi, kecuali Maluku dan Irian, dan pada kegiatan Susenas tahun 1967, cakupan lokasinya berkurang hanya meliputi Pulau Jawa. Pada tahun 1969-1970, Susenas kembali mencakup seluruh propinsi, kecuali Maluku dan Irian. Susenas ke-5 dilaksanakan tahun 1970, dengan dana seutuhnya dari pemerintah dan ditangani seluruhnya oleh BPS, dengan cakupan sampel yang sama dengan tahun sebelumnya. Selanjutnya untuk tahun 1971-1975, BPS tidak menyelenggarakan kegiatan Susenas. Susenas dilaksanakan kembali tahun 1976 dan sejak tahun 1978, Susenas sudah dapat dilaksanakan setiap tahun sekali melalui dana pemerintah, kecuali tahun 1983 karena bersamaan dengan kegiatan Sensus Pertanian dan tahun 1988 yang bersamaan dengan kegiatan Survei Biaya Hidup (SBH). Pada tahun 1980-1991 banyak instansi sektoral meminta agar Susenas juga mencakup kebutuhan data sektor, antara lain, Ditjen Pariwisata meminta memasukkan materi perjalanan wisata, Departemen Kesehatan (Depkes) menambahkan materi antropometri (penimbangan balita) dan kesehatan, pada tahun 1986, dan Kepolisian Republik Indonesia menambahkan materi pertanyaan kriminalitas. Dalam tahap tersebut secara umum banyak topik (materi pertanyaan) yang masuk ke dalam Susenas, antara lain fertilitas, pendidikan, kesehatan, perumahan, sosial-budaya, perjalanan, dan kriminalitas. Sampai dengan tahun 1981 Susenas dianggap sebagai survei konsumsi/ pengeluaran, karena materi konsumsi rumah tangga selalu hadir, sementara topik lain tidak tentu. Karena cakupan materi semakin banyak, maka sejak tahun 1981 materi konsumsi rumah tangga dipisah sendiri dan dijadwalkan 3 tahun sekali, sehingga Susenas identik dengan Survei Konsumsi, sementara materi kesehatan, pendidikan, sosial-budaya, perjalanan dan kriminalitas juga dilaksanakan 3 tahun sekali di antara tahun-tahun penyelenggaraan materi konsumsi rumah tangga atau tergantung kebutuhan pendataan. Sampai dengan tahun 1990 hanya materi konsumsi rumah tangga yang mengikuti jadwal tiga tahun sekali, sementara yang lainnya tidak tentu. Sejak tahun 1992 terdapat dua set daftar pertanyaan, yaitu kor untuk estimasi sampai dengan kabupaten/kota dan modul untuk estimasi propinsi. Untuk sampel kor dan modul yang informasinya berasal dari rumah tangga yang sama, sebenarnya kedua data tersebut digabungkan untuk memperoleh informasi yang lebih detil dan lengkap, sayangnya informasi yang lengkap tersebut hanya cukup untuk mendapatkan indikator di tingkat propinsi saja.
PERBEDAAN SENSUS PENDUDUK, SUSENAS, SAKERNAS.
1. Tujuan Survei
Sakernas merupakan survei khusus untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan. SAKERNAS (Survey Angkatan Kerja Nasional) untuk menangkap indikator ketenagakerjaan seperti jumlah angkatan kerja, tingkat pengangguran, dan jumlah tenaga kerja per sektor atau lapangan usaha. SUSENAS bertujuan untuk mengumpulkan data tentang keadaan sosial ekonomi penduduk Indonesia juga bertujuan untuk menangkap indikator utama kesejahteraan rakyat seperti : tingkat kemiskinan, pendidikan dan kesehatan Sedangkan Sensus Penduduk (SP) bertujuan untuk mengetahui sifat demografi secara umum. Dengan demikian informasi yang dikumpulkan dalam SP lebih banyak dan beragam, antara lain meliputi data pendidikan, migrasi, keluarga berencana dan ketenagakerjaan. Begitu pula informasi yang dikumpulkan melalui SUSENAS lebih beragam sifatnya, seperti data pengeluaran/konsumsi, ketenagakerjaan, kesehatan dan perumahan.
2. Pengumpulan Data
Secara ringkas perbedaan sensus dan survey adalah sebagai berikut : Sensus merupakan kegiatan pendataan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh populasi, sedangkan survey adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pendataan sample dari sesuatu populasi untuk memperkirakan karakteristik (ciri ) suatu objek pada saat tertentu. Dengan melihat cakupan populasi yang harus didata, jelas bahwa sensus akan menyajikan hasil sampai wilayah administrasi terkecil. Jika survey dapat diakukan secara berkala dalam waktu berdekatan, misal SUSENAS dan SAKERNAS dilakukan setiap tahun, sedangkan sensus umumnya dilakukan setiap 10 tahun sekali.
3. Ukuran Sampel
Ukuran sampel dalam SAKERNAS berbeda dengan ukuran sampel dalam Sensus Penduduk maupun SUSENAS. Perbedaan ini menyebabkan sampling error yang dikandung oleh angka perkiraan dari masing-masing sumber data juga berbeda. Semakin kecil ukuran sampel, akan semakin besar sampling errornya. Sampel adalah merupakan pengumpulan data dari sebagian populasi, yang pemilihan sampel/ respondennya dilakukan dengan menggunakan metode statistik tertentu sehingga tetap dapat melakukan pendugaan atas populasinya. Jika sensus sampel diambil keseluruhan jumlah penduduk, sedangkan di survei hanya sebagian sesuai dengan metode pengambilan sampel. Dengan survei dapat dilakukan penghematan atas biaya, tenaga, dan waktu, karena hanya pengumpulan data dari sebagian populasi, pertanyaan yang diajukan kepada responden dapat memuat jenis atau item yang amat rinci dan khusus. Meskipun sebuah sampel terdiri dari sebagian populasi, tetapi perlu diperhatikan bahwa sebagian populasi tidak selalu dapat disebut sebuah sampel. Agar dapat dianalisis secara statistik, sampel harus mewakili populasi, harus mempunyai tingkat kebenaran (reliability) yang dapat diukur, harus sesuai dengan keadaan, dan harus efisien. Contoh suatu survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Survei Angkatan Kerja (SAKERNAS), SUSENAS, dan lain sebagainya.
4. Kualitas Petugas Lapangan
Petugas (pencacah) yang digunakan dalam SAKERNAS, umumnya adalah pegawai Badan Pusat Statistik yang ada di kecamatan (Mantri Statistik) dan BPS Kabupaten/Kota setempat. Sebagian besar dari mereka umumnya telah mempunyai pengalaman dalam berbagai survei maupun sensus serta lebih menguasai medan/lapangan. Sedangkan dalam kegiatan Sensus Penduduk maupun SUSENAS sebagian besar pencacah adalah bukan pegawai Badan Pusat Statistik, tetapi tenaga bantuan dari luar BPS yang disebut Mitra Statistik, seperti guru SD, pegawai Pemerintah Daerah dan ada pula dari Karang Taruna tamatan SMTA yang tinggal di daerah penelitian.
5. Perencanaan Kuesioner
Cara menyusun pertanyaan mengenai ketenagakerjaan dalam kuesioner dirasakan dapat berpengaruh terhadap hasil survei maupun sensus. Ini meliputi bentuk kalimat/pertanyaan yang tertulis, urutan pertanyaan, pemilihan kata-kata yang tepat dalam pertanyaan, dan banyaknya pertanyaan maupun jenis keterangan yang ditanyakan. Dalam SAKERNAS, telah diusahakan bentuknya ringkas/sederhana, mudah dimengerti serta tidak berubah-ubah.
6. Waktu Pelaksanaan/Pencacahan
Waktu pelaksanaan lapangan antara SAKERNAS, SUSENAS, SP, dan SUPAS berbeda. Hal tersebut dapat menyebabkan perbedaan hasil yang diperoleh karena pengaruh musimannya.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di METODE PENELITIAN KUANTITATIF. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s